Sungguh ajaib memang. sungguh tidak ada kata-kata yang dapat memperlihatkan isi hatiku saat ini.
aku tidak pernah menyangka hal ini dapat terjadi, tapi memang tidak bisa aku pungkiri bahwa aku sekarang ada di Bali.
Pulau yang sering dipuja-puja oleh setiap manusia yang pernah datang kesini, aku tidak akan pernah tahu maksud perkataan mereka kalau aku belum melihat sendiri Bali itu,
Tapi hari ini, saat ini aku ada di Bali, hal ini mungkin membuat orang lain iri dengan kesempatan yang aku miliki. Walaupun hanya sesaat aku disini tapi itu sudah cukup bagiku, dan tidak akan membuat diriku penasaran dengan perkataan orang-orang yang sudah lebih dulu datang ke Bali.
Sungguh aku bersyukur pada Tuhan buat kesempatan yang diberikan kepadaku karena aku atahu tak akan ada kesempatan kedua bagiku.
Senin, 03 November 2008
Minggu, 08 Juni 2008
4ku Melih4T
salam sejahtera,
Kata melihat, merupakan kata kerja dari "lihat".
Kata tersebut saya ambil untuk menunjukkan kepada kita semua bahwa terkadang kita tidak tahu apakah kita benar-benar 'melihat' atau sekadar 'lihat'?
saya baru menyadari bahwa saya benar-benar melihat siapa saya? untuk apa saya hidup? dan mengapa saya harus hidup?
Hal itu bukanlah hal yang mudah. karena kita telah dibutakan oleh diri kita, lingkungan kita baik kita sadari maupun tidak kita sadari.
Menurut beberapa orang hal ini merupakan hal yang kecil yang tidak perlu diperhatikan, hal itu terjadi karena mereka telah dibutakan oleh pemikiran mereka.
Mebagian lagi mulai sibuk karena mengetahui bahwa mereka buta, mereka sibuk mencari penerangan dan pencerahan dengan jalan pintas yang menurut mereka itulah jalan menuju penglihatan yang sempurna. Padalah hal itu justru membuat mereka makin menderita ke'buta'an yang kronis.
Ada sebagian lagi yang sudah tahu bahwa dirinya 'buta' dan tahu jalan yang dicarinya untuk dapat 'melihat' akan membawa dia kepada ke'buta'an kekal. Tapi dia tidak perduli, sebab dia ingin menikmati 'cahaya' semu yang ditawarkan.
Dan ada sebagian kecil yang bukan mencari tetapi yang dicari oleh yang empunya 'Cahaya' yaitu suatu sosok yang mencelikan mata manusia yang buta. Orang yang seperti ini tidak banyak hanya sebagian kecil. Dan aku adalah salah satunya orang yang seperti ini, yang oleh sebagian besar manusia mentertawakan bahkan menghina.
AKU MELIHAT
Dan sampai saat ini aku berusaha untuk tidak melepaskan 'Cahaya' itu
Kata melihat, merupakan kata kerja dari "lihat".
Kata tersebut saya ambil untuk menunjukkan kepada kita semua bahwa terkadang kita tidak tahu apakah kita benar-benar 'melihat' atau sekadar 'lihat'?
saya baru menyadari bahwa saya benar-benar melihat siapa saya? untuk apa saya hidup? dan mengapa saya harus hidup?
Hal itu bukanlah hal yang mudah. karena kita telah dibutakan oleh diri kita, lingkungan kita baik kita sadari maupun tidak kita sadari.
Menurut beberapa orang hal ini merupakan hal yang kecil yang tidak perlu diperhatikan, hal itu terjadi karena mereka telah dibutakan oleh pemikiran mereka.
Mebagian lagi mulai sibuk karena mengetahui bahwa mereka buta, mereka sibuk mencari penerangan dan pencerahan dengan jalan pintas yang menurut mereka itulah jalan menuju penglihatan yang sempurna. Padalah hal itu justru membuat mereka makin menderita ke'buta'an yang kronis.
Ada sebagian lagi yang sudah tahu bahwa dirinya 'buta' dan tahu jalan yang dicarinya untuk dapat 'melihat' akan membawa dia kepada ke'buta'an kekal. Tapi dia tidak perduli, sebab dia ingin menikmati 'cahaya' semu yang ditawarkan.
Dan ada sebagian kecil yang bukan mencari tetapi yang dicari oleh yang empunya 'Cahaya' yaitu suatu sosok yang mencelikan mata manusia yang buta. Orang yang seperti ini tidak banyak hanya sebagian kecil. Dan aku adalah salah satunya orang yang seperti ini, yang oleh sebagian besar manusia mentertawakan bahkan menghina.
AKU MELIHAT
Dan sampai saat ini aku berusaha untuk tidak melepaskan 'Cahaya' itu
Langganan:
Postingan (Atom)